RAHASIA TAKDIR ILAHI

  Bismillahi al-Rahmani al-Rahim... Assalamualaikum... Sering mendengar kalimat, "Jodoh, rizki dan maut sudah ada yang mengatur". Sebuah kalimat yang menunjukkan seorang hamba merendahkah dirinya serenda rendahnya. Mengakui kebesaran Tuhannya. Hak preogatif, yang tidak sedikitpun dimiliki oleh ciptaannya. Banyak praktik atau amalan yang sering diajarkan dan dilakukan untuk "merubah-mempengaruhi" suatu takdir. Beberapa diantaranya ; Bersedekah .  S edekah merupakan suatu amalan dengan memberikan sebagian harta dengan mengharap ridha dari Allah SWT, sebagai bukti ketaqwaan seorang muslim. Sedekah mempunyanyai banyak manfaat, salah satunya memanjangkan umur. Diriwayatkan dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah SAW, bersabda,  “Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya” (HR. Thabrani). Ada sebuah kisah mengenai dahsyat...

KEMATIAN

Bismillahi al-Rahmani al-Rahim...

Assalamualaikum... 

Ada yang asing dengan judul diatas ? Sebagian besar manusia takut atau bahkan banyak yang menghindarinya. Kendati demikian semua yang bernyawa pasti akan merasakan ajal. Sesuai janji Allah yang termaktub didalam Alquran (QS Ali Imran : 185). Sejauh apapun berlari, dan sedalam apapun bersembunyi, kematian pasti datang menghampiri.

Ini coretan pertama (sebelumnya sempat punya akun, tetapi terlau lama rehat akhirnya sirna. Hehe). Selalu banyak alasan untuk menunda-nunda dalam mengeksplorasi imajinasi atau hasil bacaan kedalam tulisan. Kesibukan menjadi peringkat pertama, mengapa "projek besar" ini terhenti.

Semua orang besar pasti mempunyai kisah menarik di kehidupannya. Dan hampir keseluruhan ceritanya dibawa melalui tulisan. Semua makhluk bernyawa sepakat. 

Hari ini, kamis 27 Agusus 2020 (8 Muharram 1442 H), tepat dimana hari meninggalnya kakek - buyutnya Sultan (dari jalur ayah). Tulisan ini persembahan untuknya. Kakek yang baik terhadap cucunya, Surga tempatmu disana mbah Alm. Syare'at (semoga husnul Khotimah)... Al Fatihah

Refleksi dari judul di atas, yakni sebagai pengingat bahwasanya kamatian itu pasti. Kemudian mengerucut kepada sebuah pertanyaan, "Apakah sudah menyiapkan bekal, guna menyambut kematian itu ?"

Menilik Kitab Jami' al-Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab. Abu Hurairah Ra, berdo'a ; Ya Allah, aku merindukan pertemuan denganMu, kiranya Engkaupun berkenan menerimaku. Segerakanlah pertemuan ini. Dan tidak lama kemudian beliau wafat."

Setidaknya ada 4 hal yang harus dipersiapkan oleh seorang Muslim (khususnya), untuk menghadapi ajalnya. Pertama, Transedensi (kemampuan manusia menyeberang atau melintasi batas-batas alam fisik menuju alam rohani yang tidak terbatas, yakni Allah SWT (Yu' Minun bi al-Ghaib). Kedua, Distansi. Merupakan kemampuan menjaga jarak terhadap godaan dan kesenangan dunia (al-Tajafa fi Dar al-Ghuru). Selanjutnya, Kapitalisasi dalam artian kemampuan menjaga semua aset yang dimiliki selama di dunia, kemudian pada akhirnya digunakan untuk mencapai kemuliaan akhirat. Terakhir, Determinasi. Memiliki semangat dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan. Sadar bahwa dunia merupakan tempat atau ladang untuk bercocok tanam yang hasilnya bisa dipanen di akhirat kelak.

Semuanya tentunya dilakukan dengan ilmu dan kesadaran. Pengalaman dan lingkungan sangat berperan terhadap aplikasinya. 

Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat. Tinggalkan masukan sekiranya dapat membantu sebagai bahan perbaikan

Wassalam...

Comments